Minggu, 02 Oktober 2016

Tahun Baru Hijiriah: Bakar Semangat Pemuda, yuk!

Jangan buang 4 Potensi Ini Ketika Masih Muda!


1. Semangat
Jangan sampai ibu ibu yang semangat tapi pemudanya loyo!


2. Fisik
Jangan jadikan lemah itu sbg alasan kita tidak berbuat apa apa. Lemah, capek, jangan jadi alasan. Keluarkan karya kita, apa yang kita mampu, semuanya maksimalkan!


3. Masa intelektual
Kita masih punya waktu yang panjang untuk belajar. Bagaimana cara kita memperkuat ingatan kita dan melatih otak kita agar tidak mudah pikun (biasanya pada umur 30-an) dg membaca al-Qur'an. Bukan membaca dalam hati. Karna dari otak, mata, ke hati dan mulut, itu di sinkronisasikan. Dari melihat ke baca Al-Quran dg bersuara, melatih kita untuk berbicara didepan umum pula.


4. Waktu luang
Masa muda itu belum disibukkan dengan anak-anak, dg suami. Banyak waktu luang untuk melakukan hal - hal baik. Jangan sampai dilakukan untuk tidur lagi kemudian bangun dg sia sia dan tidur lagi. Makanya, hargai waktu. Jangan sampai menyesal ketika umur 30-an dan punya anak namun belum melakukan sesuatupun yang mendatangkan keuntungan. Sebelum orang tua kita meninggal, usahakan agar selalu dan emang harus bisa melayani diri sendiri.



3 Hal Ini Harus Menjadi Prinsip Sebagai Pemuda, Apa saja?



1. Jangan menyerah!
Jangan menjadi pemuda yang lemah, yang ketika dicela langsung ogah ogah an untuk mengoptimalkan potensi yang ada pada diri sendiri, untuk show off bakat hebat dari dalam diri, untuk memaksimalkan apa yang harus dilakukan. Keep going!


2. Kuat
Jadilah Muslim yang kuat ketika menghadapi kata-kata negatif orang lain. Jangan sampai baru diomongin dibelakang, baru dibilang 'sok alim' kita udah ciut. Keep fighting!


3. Keep hamasah!
Hamasah itu.. menjaga semangat. Kita harus punya banyak tujuan. Jangan cuma melakukan satu hal ketika kita bisa melakukan banyak hal. Utamanya, sebagai perempuan, harus bisa melakukan hal hal dalam satu waktu. Sbg perempuan kita punya banyak potensi. Jangan sampai melalaikan potensi ini. Contohnya, jangan cuma belajar selama 12 jam..... Padahal bisa diselingi dengan mengaji, menyuci, dll. Jadi wanita, harus telaten. Jangan sampai diladeni, dilayani. Justru kita yang harus meladeni, melayani. Objeknya ya, siapapun, termasuk teman kita yang susah dan membutuhkan kita.


Tawwazun


  1. Jangan sampai melupakan kalau kita pun harus tawwazun, yaitu menyeimbangkan semuanya. Menyeimbangkan hati dan akal. Caranya itu.. Dengan membaca al-Qur'an, membantu orang tua, berkata jujur: karna lisan ini gak punya tulang, bisa nyerocos apapun, semaunya.
  2. Jangan sampai menyakiti orang, harus menjaga hati orang lain.
  3. Jangan sampai di cap buruk. Kita harus menjadi muslimah inspiratif yang kuat, dengan memuhasabah diri lagi.
  4. Jangan sampai patok dg hanya mencerdaskan diri sendiri, tanpa berbagi ilmu dengan orang lain.
  5. Jangan lupa kita punya hati nurani dan punya kemanusiaan.
  6. Kita harus cerdas akal dan hati. Cerdas dalam memilah apa yang harus ditempuh, apa yang akan dilakukan, mana yang baik dan buruk.
  7. Muhasabah diri, mulai dari yang paling mudah: dzikir, minimal istighfar. Makanya Allah menyuruh kita untuk memperbanyak dzikir drpd sholat. Selain istighfar, perbanyak tasbih untuk melembutkan hati dan menutrisi hati. Hati ini mudah keras, merasa diri kita tinggi dan hebat. Kita harus mudah menerima nasihat orang lain pula.



Tetap semangat, ukhti dan akhi! :)


N.B: Terimakasih pada murobbi halaqah saya, Kak Uswah, yang telah menjadi penyumbang materi dan sebagai sumber ilmu utama dari post ini :)

Bekasi, 1 Muharrom 1438 H

Tahun Baru Hijriah: Sucikan Hati, Bersihkan Jiwa



Assalamu'alaikum wr.wb.

Happy Islamic New Year 1438 H! 


Tahun baru Hijriah, kalender yang Rasulullah pakai sebagai acuan. Alangkah lebih spesial rasanya jika kita mengindahkan hari baru ini dengan niat untuk berubah menjadi lebih baik, lebih baik lagi, lebih baiiik terus. Sungguh sayang sekali kalau di tahun baru ini kita masih saja sama seperti sosok yang sebelumnya, masih saja melakukan hal itu-itu saja, tidak ada perubahan tidak ada perkembangan. Biasanya, orang - orang itu bersemangat banget di tiap tiap 'hari pertama'. Tekad kuat, niat luar biasa hebatnya, wajah bersih berseri, senyum merekah mempesona, lisan tak henti - hentinya mengeluarkan kata - kata bermanfaat -baik untuk diri sendiri maupun orang lain-, alat gerak tubuh ini masih mampu melakukan apa saja, hati ini tak tergoyahkan, akal pikiran penuh dengan ide cerdik cemerlang. Bikin puluhan hingga ratusan bucket-list, cinta dan kasih sayang pada sesuatu -atau seseorang- tidak berkurang sejengkal pun. Hari pertama dalam pekan, bulan, bahkan tahun, hari pertama menjadi siswa SD, SMP, hingga SMA, hari pertama kuliah, hari pertama sebagai ini dan itu, mengikuti satu dan lain hal, hari pertama jadian, hari pertama menikah hingga hari pertama punya anak, every body has an outstanding power in theirselves to do anything on their very first day. So, supaya tahun baru hijriah ini lebih banyak mendatangkan benefit kedepannya, yuk kita sucikan hati dan bersihkan jiwadengan Tazkiyyatun Nafs.

TAZKIYATUN NAFS


Tazkiyatun Nafs tuh apa, sih?

Tazkiyatun Nafs terbentuk dari kata At-Tazkiyah dan An-Nafs. At-tazkiyah bermakna at-tath-hiir, yaitu penyucian atau pembersihan. Kata Tazkiyah sendiri terbentuk dari kata yang menjadi Zakka-Yuzakki-Tazkiyatan yang artinya menumbuhkan, mengembangkan, memperbaiki, membersihkan, mensucikan dan menjadikannya jadi baik. Sedangkan kata An-Nafs bisa berarti ruh, nyawa, jiwa, atau nafsu. Jadi, Tazkiyatun Nafs ini berarti menyucikan hati dan membersihkan jiwa dari sifat - sifat tercela, dan mengisinya kembali dengan ilmu - ilmu bermanfaat serta pengembangan diri menuju lebih baik.
Tazkiyatun Nafs ini merupakan perbuatan dan sebagai karakter wajib bagi seorang muslim. Kita perlu mensucikan diri agar tidak melakukan perbuatan sia-sia dan mendapat gelar menjadi orang bodoh. Sebelum kita di hisab di akhirat, adakalanya kita harus meng-hisab diri sendiri. Mengingat - ingat kejadian sebelumnya yang telah kita tempuh, hal - hal yang diperbuat, jikalau itu buruk perlulah diperbaiki. Sucikan diri diawali dengan memberikan cermin pada diri sendiri.
Seorang mukmin menjadi karakter ketika sering ber-introspeksi diri, menghisab diri sendiri dahulu di dunia agar pas di akhirat sudah terbiasa. Setelah itu, apa yang perlu dilakukan, bagaimana caranya menjadi lebih baik lagi? Sering - sering berdzikir adalah salah satu nya jika telah melakukan dosa, serta motivasi diri amat sangat dibutuhkan agar menjadi lebih baik kedepannya. Jangan sampai melakukan perbuatan sia-sia lagi hingga menjadi orang yang merugi. Orang yang merugi itu, menyangka bahwa mereka tidak melakukan hal-hal yang menistakan diri mereka, yang membuat mereka berdosa lebih banyak, whereas actually the case is what they do doesn't bring any good in the form of anything.

Apa esensinya sih tazkiyatun nafs itu?

Istiqomah adalah buah dari tazkiyyah. Teguh pada suatu pendirian, perbuatan, dll. Ketika sudah bermuhasabah terus menerus, kita bisa Istiqomah dalam muhasabah. Buah nya yang lain yaitu perlakuanya yang baik terhadap Allah, manusia, juga makhluk lain di muka bumi ini. Adabnya kepada Allah berupa komitmen dalam berlaku sesuai perintah-Nya, mengerjakan kewajiban serta menjauhi segala larangan yang menyebabkan murka Allah, termasuk mengorbankan harta, jiwa dan raganya untuk berjihad dijalan Allah, tak lupa 'tuk menanamkan perilaku dan perbuatan terpuji. (Al-Mustakhlas fii Tazkiyatul Anfus, melalui http://muslim-g.blogspot.co.id/)

Nah udah tau kan kalau kita perlu banget melakukan hal baik dan membersihkan diri sendiri dari hal tercela, lalu bagaimana caranya?

1. Tadzkiir (peringatan dari Allah)
Kita seharusnya berseru terus karena dikasih peringatan dengan adanya liqo, teman yang baik, serta tarbiyyah islamiyyah. Tadzkiir dapat datang dari orang tua yang baik, mendengarkan ta'lim, termasuk hidayah bagi Allah. Kenapa tadzkiir ini diletakkan dalam poin pertama? Perlu disadari bahwa dengan peringatan lah yang seringkali mencabuk hati, dengan adanya peringatan dari orang lain semakin ampuh mendorong diri ini tuk melakukan hal baik.

2. Ta'lim (mempelajari kitab Allah dan Sunnah)
Kita harus menutrisi jiwa dengan mengisi akal kita dengan hal-hal baik. Sering membaca dan mengkaji al-Qur'an beserta Sunnah-sunnah, tak lupa membaca buku yang bermanfaat.

3. Tazkiyyah (Membersihkan hati serta memperbaiki tingkah laku)
Nah, kenapa yang kali ini diletakkan di poin terakhir? Karna.. karnaa.. karnaaa... jarang orang yang melakukannya. Jarang orang yang mau mencela diri sendiri, pada umumnya setiap orang merasa sudah baik. Manusia itu terlalu sombong, sifat kecongkakkan manusia ini menyebabkan 'moh bermuhasabah, ogah-ogah-an bermuhasabah diri sendiri. Makanya pernah dikatakan bahwa jangan sampai manusia dibuat dari emas, karena dibuat dari tanah liat saja sudah sombong.
Allah memberikan fii'l amr (perintah). Allah benar-benar melihat perbuatan kita. Apa yang kita lakukan semata-mata untuk akhirat kita sendiri. Jarang sekali manusia takut pada Allah, padahal kita harusnya melihat diri kita sendiri dan melakukan introspeksi diri. Sebagai manusia harus punya karakter, dengan cara meletakkan cctv dalam hati kita, sebagai cermin diri kita sendiri.

"Jangan sampai melakukan hal sia-sia, karena dunia itu ibarat dari azan hingga sholat. 7 menit. Cepat, singkat."
Ketika kita lahir, kita di azankan. Ketika kita mati, di sholatkan. Seolah-olah waktu kita hidup hanya sebatas itu. Dunia itu sempit sekali. Jaraknya cuma sebentar dari azan ke sholat. Mungkin hanya 10 menit. Jadi, umpamanya, the case is, bagaimana kita menggunakan 10 menit ini dengan baik? Buat apa melakukan hal sia sia dalam waktu singkat dan sangat cepat ini? Setelah sholat akan ada lagi kehidupan. Kita melakukan hal baik hari ini sbg parameter agar besok melakukan hal baik lagi. Tapi... bisa jadi sorenya melakukan hal buruk. Manusia itu sangat lemah, mudah dipengaruhi. Jangan sampai kita mau dipuji tapi enggan memuji orang lain. Kita gatau di esok hari akan ada apa.... Bisa aja kematian datang.

N.B: Terimakasih pada murobbi halaqah saya, Kak Uswah, yang telah menjadi penyumbang materi dan sebagai sumber ilmu utama dari post ini :)

Bekasi, 1 Muharrom 1438 H